ANALISIS FILM SPOTLIGHT KOMUNIKASI BISNIS
MAKALAH
Komunikasi Bisnis
ANALISIS FILM SPOTLIGHT
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
Nama : Anisya Diana Novita
Npm : 1620200074
Dosen : Charisma Ayu Pramuditha ,
M.HRM
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MULTI
DATA PALEMBANG PROGRAM STUDI MANAJEMEN
TAHUN AJARAN 2018/2019
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami kemudahan
sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin
penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga
terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW.
Makalah
ini di susun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “Komunikasi Bisnis”,
yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di
susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri
penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan
terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah
ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun
makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik dan
saran dari pembaca yang membangun. Terimakasih.
Palembang, 28 Oktober 2018
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR...........................................................................................i
DAFTAR ISI.......................................................................................................ii
BAB 1
PENDAHULUAN.....................................................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Rumusan
Masalah.....................................................................................2
1.3 Tujuan
Penelitian.......................................................................................2
BAB 2 ISI...........................................................................................................3
2.1 Profil
Film Spotlight....................................................................................3
2.2 Sinopsis
Film Spotlight................................................................................6
2.3 Analisis
Permasalahan Komunikasi dan Cara Penyelesaian pada Film Spotlight...........................................................................................................7
BAB 3
PENUTUP...............................................................................................9
3.1 Kesimpulan.................................................................................................9
3.2 Saran...........................................................................................................9
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................................10
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Film sebagai bagian dari media massa
dalam kajian komunikasi masa modern dinilai memiliki pengaruh pada khalayaknya.
Munculnya pengaruh itu sesungguhnya sebuah kemungkinan yang sangat tergantung
pada proses negosiasi makna oleh khalayak terhadap pesan dari film itu, dan
mengacu pada keberhasilan khalayak dalam proses negosiasi makna dari pesan yang
disampaikan. Jika negosiasi makna yang dilakukan khalayak tersebut lemah, maka
akan semakin besar pengaruh dari tayangan tersebut (McQuaill, 1997). Negosiasi
makna merupakan proses transaksional dari komunikasi, dimana komunikasi
menerima dan menginterpretasikan makna dari pesan yang diterima sesuai dengan
latar belakang sosial budaya yang dimilikinya.
Film sebagai salah satu bentuk media
massa mempunyai peran penting dalam sosialkultral, artistik, politik dan dunia
ilmiah. Pemanfaatan film dalam pembelajaran masyarakat ini sebagian di dasari oleh
pertimbangan bahwa film mempunyai kemampuan untuk menarik perhatian orang dan
sebagian lagi di dasari oleh alasan bahwa film mempunyai kemampuan mengantar
pesan secara unik (McQuai, 1997). Selain itu juga film merupakan salah satu
media hiburan yang murah dan sederhana.
Film akhirnya juga dipandang sebagai
sebuah bahasa yang menggenerasikan makna-makna melalui sistem yaitu
sinematografi, suara, editing, dan sebagainya, yang semua hal tersebut bekerja
seperti halnya bahasa. Selanjutnya, dengan menempatkan film sebagai komunikasi
ke dalam sebuah system besar yang menggeneralisasikan makna berarti film itu
sendiri merupakan sebuah “budaya”. Pengertian mengenai budaya dipahami sebagai proses
yang mengkontrusi kehidupan masyarakat. Sistem-sistem yang menghasilkan makna
atau kesadaran khususnya sistem-sistem dan media representasi yang menghadirkan
sebagai image dari budaya.
1.2
Rumusan
Masalah
1.2.1 Bagaimana
profil film Spotlight?
1.2.2 Bagaimana
sinopsis Film Spotlight?
1.2.3 Apa
saja permasalahan komunikasi dan cara penyelesaian yang terdapat pada film
Spotlight?
1.3
Tujuan
Penelitian
1.3.1 Mengetahui
profil film Spotlight
1.3.2 Mengetahui
sinopsis Film Spotlight
1.3.3 Mengetahui
permasalahan komunikasi dan cara penyelesaian yang terdapat pada film Spotlight
BAB 2
ISI
2.1 Profil
Film Spotlight
Film drama barat berjudul “Spotlight”
yang rilis November tahun 2015 ini menceritakan tentang kisah nyata yang sangat
memukau yang berlatar tahun 2001 yaitu pengungkapan penyakit yang menyebabkan krisis
di salah satu lembaga tertua dan paling terpercaya di dunia yaitu gereja.
Ketika tim investigasi koran
‘Spotlight’ menyelidiki sebuah tuduhan pelecehan seksual di Gereja Katolik,
penyelidikan yang dilakukan selama setahun menyingkap setelah selama bertahun-tahun
lamanya ditutupi di tingkat tertinggi dari segi agama, berbagai media, polisi
dan sistem hukum pemerintah Boston, menyentuh di seluruh dunia. Hal ini disebut
sebagai salah satu kisah kejahatan terbesar di zaman modern.
Produser : Tom McCarthy
Sutradara : Tom McCarthy
Penulis Naskah : Tom McCarthy, Josh Singer
Rilis : 6
November 2015
Genre :
Biography, Drama, True Story, History
PH / Perusahaan
: Open Road Films
Pemain Film Spotlight
:
1. Mark Ruffalo
sebagai Michael Rezendes
2. Michael Keaton
sebagai Walter "Robby" Robinson
3. Rachel McAdams
sebagai Sacha Pfeiffer
4. Brian d'Arcy
James sebagai Matt Carroll
5. Gene Amoroso
sebagai Steve Kurkjian
6. John Slattery
sebagai Ben Bradlee Jr.
7. Liev Schreiber
sebagai Marty Baron.
2.2 Sinopsis
Film Spotlight
Film ini berlatar pada tahun 2001,
dalam film ini menjelaskan Tim Spotlight bentukan dari Koran Harian The Boston
Globe. Timnya terdiri dari Walter Robinson (Michael Keaton), sebagai editor
serta akrab dipanggil Robby. Disusul kemudian tiga reporter : Michael Rezendez
(Mark Ruffalo); Sacha Pfeiffer (Rachel McAdams); Matt Carroll (Brian d’Arcy
James); dan Ben Bradlee Jr. (John Slattery) sebagai deputy editor. Tim
Spotlight sudah menjadi andalan dari Koran Harian The Boston Globe, karena
dikhususkan diri dalam menginvestigasi kasus-kasus besar dan prosesnya mampu
memakan waktu panjang.
Editor baru The Boston Globe yaitu
Marty Baron dari The Boston Globe, ingin menjadikan korannya penting bagi
pembaca maka memberikan tugas kepada Tim Spotlight untuk melakukan investigasi
terhadap John Geoghan. Geoghan yang seorang pendeta diduga telah melakukan
pelecehan seksual terhadap 80 anak laki-laki yang sudah bertahun-tahun belum
terungkap. Dimana pada kasus ini juga aparatur penegak hukum seperti Lembaga
Peradilan, Jaksa Agung, dan Kepolisian tidak bisa berbuat banyak untuk kasus
ini. Pada akhirnya kasus ini tidak menjadi permasalahan yang harus diungkap
lagi. Karena Gereja itu punya sistem
yang kuat dan diselimuti lembaga paling sakral. Pada awalnya mendapat protes
karena mengetahui sulitnya untuk mengalahkan dominasi gereja di masyarakat
namun kebenaran harus tetap terungkap bagaimanapun rintangan yang akan
menghadang nantinya.
Mulai itu Tim Spotlite mulai bekerja
mencari dokumen-dokumen yang sudah tertimbun bertahun tahun. Dan mulai mencari organ yang terlibat dari kasus
tersebut mulai dari korban pelecehan seksual, pengacara, pengadilan, dan
pastornya sendiri. Pertama dimulai dari
pengacara Mitchael Garabedian yang dulu menjadi pengacara atau advokat bagi
para korban pelecehan seksual yang dalam pengungkapan kebenarannya sering di
ancam oleh gereja. Mike (wartawan)
dengan ini menyebutkan bahwa The Boston Globe salah satu media massa lokal yang
paling kuat pada waktu itu sehingga masyarakat akan percaya terhadap nanti
apapun hasilnya.
Selanjutnya, keempat orang Tim Spotlite
mulai wawancara terhadap para korban.
Pertama mengundang Phil Saviano (korban), ke tempat The Boston Globe.
Phil menuturkan terdapat 13 pastor yang terlibat dalam pelecehan seksual di
Boston. Penuturannya Phil selaku korban,
ketika kecil dia disuruh oral seks oleh pastor karena pada waktu itu phil
menganggap bahwa pastor adalah sesuatu yang agung yang akan menjadi penyelamat
bagi dirinya. Tetapi pastor telah melakukan pelecehan seksual secara fisik dan
spritual. Karena para pastur telah merampok keimanannya demi kepuasan nafsu
semata.
Korban yang kedua yaitu Joe yang di
wawancarai oleh Sacha, dia seorang gay dia menuturkan bahwa ketika kecil diajak
pastor dan terpaksa melakukan apa yang diinginkan pastor yaitu berhubungan
intim pada waktu kecil. Selanjutnya, korban yang ketiga yaitu Patrick dengan
bantuan Garabedian, akhirnya diwawancarai salah satu korban dari pastor Geoghan
dalam pelecehan seksual terhadap anak anak. Pada waktu itu Patrick baru umur 12
tahun. Dan terdapat tambahan informasi yang diterima Mike dari yang bernama
Richard yaitu peneliti pencabulan yang dilakukan pastor-pastor pada waktu itu.
Dia menjelaskan bahwa itu adalah sebuah fenomena psikiatri sehingga harus
benar-benar terungkap ketidakadilan ini. Dari hasil wawancara dengan korban
yang menjadi target para pastor yaitu keluarga miskin, tidak mempunyai ayah,
dan memliki watak pemalu supaya apa yang dilakukannya tidak disebarluaskan ke
khalayak umum. Tim Spotlite juga kaget dengan penuturan dari Richard yang
menyebutkan terdaapat 90 pastor yang terlibat dalam jaringan kasus ini. Setelah
dicari data validnya akhirnya menemukan bahwa terdapat 87 pastor yang
terindikasi melakukan kejahatan tersebut.
Berita besar ini tidak terungkap
karena baik pengacara, gereja, pastor, uskup, dan keluarga korban sering
diselesaikan dengan jalur kekeluargaan yaitu lebih tepatnya ganti rugi. Dan
gereja juga mempunyai peranan dalam membisukan jaksa, polisi atau lembaga
peradilan. Sehingga The Boston Globe fokus bukan ke kasus pastornya tetapi ke
sistemnya yang begitu menggurita dan sulit untuk diungkap. Dari sini juga mulai
terlihat daftar pelecehan seksual dan tim spotlite mulai mewawacarai korban
pastor yang sangat banyak. Hal ini membuat kasus pelecehan seksual oleh pastor
semakin terang.
Tim Spotlite mencari-cari dokumen
rahasia yaitu keterlibatan pastor dan uskup pada kasus itu sejak
bertahun-tahun. Namun ketika mencari dokumen rahasia tersebut banyak rintangan
sehingga teramat sulit untik mendapatkannya. Dengan bantuan Garabedian akhirnya
Mike mampu menemukan dan mengetahui isi dokumen rahasia tersebut. Isinya
menyatakan bahwa Uskup yaitu Cardinal Law ternyata sudah tahu akan pelecehan
seksual yang dilakukan oleh pastor tetapi hanya diam saja melihat kejadian
tersebut. Sudah jelaslah kasus tersebut, ketika detik-detik mau diterbitkan
berita kasus ini. Robby menyatakan bahwa kita harus mencari data yang lengkap
lagi dan harus ada konfirmasi dari pastornya sehingga berita ini akan penting
bagi masyarakat dibalik kesucian pastor yang terlindungi oleh agama. Dan supaya
ke 87 pastor tersebut mengakui kejahatan pelecehan seksual yang dilakukannya.
2.3 Analisis Permasalahan Komunikasi dan Cara Penyelesaian
pada Film Spotlight
Spotlight adalah sebuah film yang
sangat bagus apabila masyarakat ingin mengetahui bagaimana proses jurnalistik
yang baik dan benar. Ilmu jurnalistik masih jarang dimengerti oleh masyarakat
khususnya masyarakat Indoneisa. Jurnalistik pada intinya yaitu proses panjang
untuk mengarah pada kebenaran bagi publik. Didalam Film Spotlight secara
terang-terangan mempertontonkan bahwa meskipun seseorang narasumber telah
mengutarakan suatu hal, mereka tidak bisa begitu saja percaya. Meskipun
informasinya menggiurkan, pimpinan kelompok itu tetap meminta supaya dilakukan
melihat latar belakang narasumber.
Permasalahan tersebut dapat di
selesaikan dengan cara :
1. Mencari Informasi Secara Mendalam
Dalam film ini saya terbuat
terkagum-kagum oleh Tim Spotlight benar-benar sepenuh hati dan semangat tinggi
dalam mencari informasi secara mendalam. Kita lihat kasus ini dimulai dari satu
kasus yang dilakukan oleh Pastor Geoghan yaitu pelecehan seksual kepada
anak-anak yang korbannya sampai 80 anak. Dari kasus satu ini, tim spotlight
mencari dan menemukan bukti-bukti yang baru mulai dari pengakuan korban yaitu
Phil Saviano yang menyebutkan terdapat 13 pastor yang terlibat dalam kasus
seperti itu. Dan kemudian ditambah bukti baru dari narasumber Richard yang
menyebutkan bahwa 90 pastor yang terlibat. Pada akhirnya tim spotlight mencari
data sendiri dan mengetahui pasti jumlahnya yang terlibat yaitu ada 87 pastor.
Dari pengungkapan satu kasus menjadi 87 kasus bukan sembarang yang mudah harus
perlu kehati-hatian dalam mencari informasinya.
Sampai mengetahui juga apa yang
mungkin masyarakat dianggap itu tidak mungkin tahu yaitu bahwa anak-anak yang
hidup dan berkembang di lingkungan keluarga miskin atau keluarga yang
bermasalah, misal tidak harmonis atau orangtua bercerai, lebih condong
menjadikan lingkungan agama sebagai pelarian. Apabila konteksnya di film ini
adalah gereja Katholik, ketika anak-anak itu dekat dengan pendeta, mereka
merasa mendapatkan pertolongan Tuhan. Sebagian orang memanfaatkan itu untuk memenuhi
hasrat seksual. Akibatnya, sekeji apa pun kejahatannya, karena berkedok agama,
tidak ada yang berani mengungkapkannya, bertahun-tahun. Kejahatan seksual
terhadap anak-anak itu bahkan disebut tidak hanya kejahatan fisik namun juga
kejahatan spritual karena berani merampok keimanannya.
Hal seperti itulah yang sebenarnya
harus dilakukan seorang jurnalistik harus totalitas dalam mengungkap
permasalahan yang ada, bukan memberitakan yang masih prematur alias belum jadi.
Sehingga dalam mengungkap dan akhirnya mampu memberitakannya butuh waktu yang
cukup lama dan tenaga yang ekstra.
2. Media Massa Harus Merdeka dan Independen
Dalam Film Spotlight ini menjelaskan
bahwa seorang jurnalistik dan media massa harus merdeka dan independen tidak
terpengaruh oleh kepentingan apapun dan pihak manapun. Kita dipertontonkan
ketika Robby (Tim Spotlight), dapat hasutan dari temannya untuk damai terhadap
gereja. Namun Robby tetap teguh pendirian sehingga tidak mudah terhasut,
menurutnya permasalahan ini yang seharusnya publik tahu.
Kalau kita bandingkan di Indonesia,
sebenarnya sudah ada aturan kode etik wartawan Indoensia seperti yang sebutkan
dalam pasal 4 yaitu seorang wartawan Indonesia tidak menerima imbalan untuk
menyiarkan atau tidak menyiarkan berita, tulisan atau gambar yang dapat
menguntungkan atau merugikan seseorang atau sesuatu pihak. Disini jelas bahwa
secara hukum atau aturan media massa harus merdeka dan independen tetapi dalam
kenyataannya media massa di Indonesia belum mampu bertindak yang demikian
terbukti dengan apa yang diberitakan antara media massa yang satu dengan yang
lainnya saling bertentangan dan hanya untuk memperoleh kepentingan semata.
3. Menghalau Rintangan Media
Dalam mencari informasi demi
informasi dalam Film Spotlight, Tim Spotlight ini mendapat rintangan yang sulit
mulai dari mencari dokumen, mewawancarai para korban, mewawancarai para
pendeta, dan pengacara. Namun, akhirnya dengan rintangan yang ada malah membuat
Tim Spotlight semakin bersemangat dalam mengungkap kebenaran yang ada.
4. Hasil Berita Harus Mampu Mengubah dan Mengungkap Kebenaran
yang Sebenarnya
Dalam Tim Spotlight ini, hasil dari
informasi yang ada di buat berita yang mampu mengubah dan mengungkap kebenaran
yang ada. Meskipun itu, harus melawan institusi paling kuat di Boston yaitu
Gereja. Mereka tidak takut untuk melakukan investigasi ini, karena mereka
meyakini bahwa kasus ini adalah sebuah sistem yang sudah tersistematis dengan
baik sehingga berita yang nanti ada akan mampu mengungkap kebohongan yang telah
terjadi bertahun-tahunj lamanya.
BAB 3
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Dapat
disimpulkan bahwa komunikasi mempunyai manfaat, yaitu:
1. Mencari informasi sedalam dalamnya
2. Mengetahui informasi yang akurat
3. Komunikasi berguna bagi organisasi
atau kelompok guna melakukan dan menciptakan kerjasama yang baik
4. Komunikasi juga berguna untuk
mengambiL keputusan yang tepat.
3.2 Saran
Agar
komunikasi berjalan dengan baik, maka :
1. Berbicara efektif
Berbicara efektif artinya tidak bertele-tele, tidak berputar-putar untuk
menyampaikan suatu poin pembicaraan. Cepat, tepat, lugas dan dapat dimengerti
oleh lawan bicara kita. Berbicara efektif membuat lawan bicara kita akan fokus
pada setiap hal yang kita sampaikan dan dapat mempengaruhi langsung ke dalam
pikirannya.
2. Berbicara penuh motivasi
Komunikasi yang terjalin dan sampai kepada lawan bicara haruslah yang
bersifat mendorong. Hal ini terlebih ketika yang berbicara adalah orang yang
memiliki jabatan lebih tinggi daripada lawan bicaranya, seperti bos kepada anak
buahnya. Motivasi yang dimaksud adalah adanya dorongan/penyemangat dalam
kata-kata yang diucapkan agar lawan bicara tergerak untuk melakukan sesuatu
dengan baik dan sungguh-sungguh berdasarkan pengarahan yang sudah diberikan.
DAFTAR PUSTAKA
Untuk
menonton film Spotlight, silahkan klik link di bawah ini :


Comments
Post a Comment